Penjualan ritel Alaihi Salam dalam Desember melorot, proyeksi ekonomi kuartal IV-2018 terpangkas


Penjualan ritel Amerika Serikat dalam Desember 2018 mencatat penurunan terbesar dalam lebih dari sembilan tahun. Ini memperlihatkan penurunan tajam pada kegiatan ekonomi pada akhir 2018.

Laporan penjualan ritel yang dirilis Departemen Perdagangan Alaihi Salam tadi menyebabkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2018 dipangkas ke bawah 2% secara tahunan.

Penjualan ritel turun 1,dua% yg merupakan penurunan terbesar sejak September 2009, saat ekonomi bangkit berdasarkan resesi. Penjualan naik tipis 0,1% pada November.

Ekonom yg disurvei Reuters memperkirakan penjualan ritel dalam Desember 2018 naik 0,2%. Bila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan pada Desember naik dua,3%.

Mengutip Reuters, turunnya agka penjualan ritel Alaihi Salam dan data lainnya mencerminkan peningkatan jumlah orang AS yg mengajukan klaim tunjangan pengangguran secara tidak terduga pekan kemudian dan penurunan inflasi bulanan pada dua bulan berturut-turut mendukung janji The Fed buat lebih sabar pada menaikkan suku bunga acuan tahun ini.

"Sampai pagi ini, keraguan pejabat The Fed buat menaikkan suku bunga lebih lanjut berdasarkan pada risiko yang asal menurut pertumbuhan global dan dari pasar keuangan, meski prospek domestik bertenaga," ujar Andrew Hollenhorst, ekonom Citigroup New York seperti dikutip Reuters.

"Penurunan penjualan ritel mempertanyakan asumi pertumbuhan domestik," imbuhnya.

Laporan penjualan ritel Desember 2018 ini tertunda oleh penutupan sementara pemerintahan Alaihi Salam (shutdown) selama 35 hari yg berakhir pada 25 Januari lalu. Sementara itu, sampai sekarang belum jadwal rilis laporan penjualan ritel buat Januari.

Tetapi, apabila melihat laporan penjualan super besar ritel online Amazon yg cukup bertenaga pda Desember, beberapa ekonom & penasihat Gedung Putih Larry Kudlow mempertanyakan dapat dipercaya laporan tadi.

Tapi Departemen Perdagangan menyatakan bahwa kualitas pemrosesan & data terus dipantau, & taraf respons berada pada atas taraf normal buat rilis ini

Sementara yg lainnya enggan menolak laporan penjualan ini menyatakan bahwa penurunan penjualan terjadi karean kepercayaan  konsumen turun & pasar saham AS mengalami penurunan terburuk dalam Desember.

Pada Desember, penjualan ritel online & pesanan turun 3,9%, yang menjadikannya sebagai penurunan terbesar semenjak November 2008. Penerimaan layanan turun lima,1%, penurunan terbesar semenjak Februari 2016 dan mencermnkan harga bahan bakar yg lebih murah.

Ada juga penurunan penerimaan pada toko sandang dan furnitur. Orang Amerika jua memotong pengeluaran di restoran dan bar. Penjualan di segmen hobi, indera musik & toko buku anjlok 4,9% & sebagai penurunan terbesar semenjak September 2008.

Laporan penjualan ritel yang melemah ini pula dikuatkan oleh laporan lain menurut National Retai Federation yang dirilis dalam Kamis kemarin. Laporan itu memberitahuakn bahwa pengeluaran liburan pada 2018 tumbuh 2,9% menjadi US$ 707,5 miliar menggunakan penjualan pada  Desember turun 1,5% menurut November.

Mengacu pada rencana tabungan purna tugas yang dipegang oleh jutaan orang Amerika, "Penjelasan secara ekonomi yg paling masuk akal adalah bahwa impak kekayaan yang usang nir aktif balik , & konsumen memangkas belanja liburannya ketika melihat kekayaan mereka turun," istilah Michael Feroli, ekonom JPMorgan pada New York.
Advertisement

Klik Untuk Komentar