Wall Street ditutup mixed dibayangi data penjualan ritel dan output perundingan dagang


Wall Street ditutup bervariasi pasca rilis data penjualan ritel Amerika Serikat yang mengecewakan & dibayangi asa adanya hasil positif negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) & China yg sedang berlangsung di Beijing.

Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 103,88 poin atau 0,41% ke 25.439,39, SdanP 500 turun 7,30 poin atau 0,27% ke dua.745,73 dan Nasdaq Composite naik 6,58 poin atau 0,09% ke 7.426,95.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam sektor ditutup turun dimana sektor kebutuhan pokok & finansial mencetak penurunan terbesar.

Cisco System Inc naik 1,9% lantaran laporan pendapatan yg lebih baik menurut prekiraan. Bisnis emiten pembuatan peralatan jaringan ini diuntungkan menjadi kekuatan bisnis baru dan mengabaikan pengaruh perang dagang Alaihi Salam-China.

Saham American International Group turun 9%. Sedangkan saham Coca-Cola Co melemah 8,4%. Sementara  saham Amazon.Co turun 1,1%.

Ketiga indeks primer di AS ditahan sang saham finansial yg sensitif terhadap suku bunga, lantaran imbal hasil keuangan Alaihi Salam turun lantaran data ekonomi yg lebih rendah berdasarkan perkiraan.

Investor masih berharap terdapat warta positif berdasarkan hasil negosiasi dagang antara Alaihi Salam & China, tetapi optimisme ini dilemahkan sang rilis data penjualan ritel Alaihi Salam yang turun drastis dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi.

"Pasar sudah melompati tembok kekhawatiran sejak Natal," ujar Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi Inverness Counsel New York misalnya dikutip Reuters.

"Beberapa kekhawatiran itu kemungkinan berubah jadi kenyataan, itulah yg menahan investor," imbuhnya.
Advertisement

Klik Untuk Komentar