Inilah Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yg Bisa Kalian Praktikkan!


Bagaimana tutorial mengatur keuangan rumah tangga yg benar? Mengatur keuangan rumah tangga bukan faktor yg susah apabila Kalian tahu tutorial mudah untuk mengeksekusinya. Berikut ini merupakan panduan tutorial mengatur keuangan rumah tangga Anda.

Mengapa Penting Mengatur Keuangan Rumah Tangga?
Seperti yg Kalian ketahui, keuangan rumah tangga merupakan faktor yg sangat penting. Ada suatu riset yg memberikan 24% penyebab perceraian di Indonesia dikarenakan oleh kasus keuangan. Jujur saja, angka ini bukanlah angka yg bagus, sebab kasus keuangan dalam keluarga bisa dihindarkan (bahkan bisa dihilangkan) apabila Kalian tahu tutorial mengatur keuangan rumah tangga yg benar.

Anda berdua mungkin telah sempat menyimak serta mendengar tips-tips tutorial mengatur keuangan rumah tangga dari situs Finansialku.com (atau mungkin situs lain). Saya Melvin Mumpuni CFP®, sebagai perencana keuangan di Finansialku.com menonton permasalahannya bukan pada apa yg wajib dilakukan. Permasalahan yg Kalian serta pasangan Kalian hadapi adalah

Sebelum mengulas lebih lanjut tutorial mengatur keuangan rumah tangga, saya ingin mengenal komentar alias pendapat Kalian berdua:

Permasalahan keuangan apa yg sempat menjadi sumber keributan dengan pasangan Anda? Apa pelajaran yg Kalian ambil dalam kejadian tersebut?

Keributan dalam Rumah Tangga, sebab Masalah Keuangan?
Menurut pengalaman saya sebagai perencana keuangan, kasus keuangan rumah tangga terjadi sebab beberapa hal:

Tidak konsisten terhadap komitmen bersama
Tidak tahu mana yg benar serta mana yg salah
Tidak manjur dalam berkomunikasi dengan pasangan
Saya akan bahas satu persatu:

#1 Tidak Konsisten terhadap Komitmen Bersama
Apakah Kalian berdua sempat mengalami kesulitan untuk menahan impian sementar? Misal impian impulsif (tiba-tiba) untuk membeli baju, gadget, smartphone, barang-barang mewah?

Banyak orang-orang yg terjerat dalam utang konsumtif alias keadaan keuangan yg minus, hanya sebab kesulitan mengerem nafsu sesaat.

Hal ini merupakan wajar, sebab tak sedikit orang-orang susah untuk menahan diri mendapatkan “penghiburan” alias “gratifikasi sementara”. Ada suatu riset yg dikenal dengan istilah marshmallow experiment mengenai menunda gratifikasi sementara. Apa yg kira-kira Kalian perbuat apabila diajak mengikuti marshmallow experiment? Apakah Kalian bisa menunda gratifikasi sementara?

Marshmallow Experiment – Delayed Gratification
Ada suatu riset ilmiah yg diadakan oleh Professor Walter Mischel dari universitas Standford. Mereka memantau alias meneliti reaksi anak-anak mengenai gratifikasi sementara. Cara kerja eksperimen tersebut adalah:

Seorang anak ditinggal sendiri dalam suatu ruangan serta di depannya tersedia suatu marshmallow.
Instruktur membahas apabila si anak bisa menahan godaan untuk tak memakan marshmallow tersebut dalam waktu 5 menit, jadi si anak akan memperoleh marshmallow lebih banyak.
Kira-kira bagaimana reaksi anak-anak terhadap tantangan tersebut? Apakah anak-anak akan memakan marshmallow alias sanggup menahan 5 menit?

Penelitian tersebut tak hanya berhenti pada keadaan tersebut. Sang peneliti mencoba mengikuti setiap anak yg diuji selagi lebih dari 30 tahun. Menurut Kalian apakah ada korelasi alias korelasi antara sikap menunda gratifikasi dengan kesuksesan?

Jawabannya ada, berdasarkan akibat riset didapatkan hasil:

Anak-anak yg berhasil menunda gratifikasi sementara lebih berhasil dari beberapa kriteria yg diukur. Dengan kata lain, performa untuk bisa menunda gratifikasi sementara merupakan faktor mutlak untuk mencapai kesuksesan.

Menurut pendapat saya pribadi, faktor ini sangat-sangat masuk akal, contoh:

Anda menunda membeli device terbaru, serta memanfaatkan uang Kalian untuk dana darurat (emergency fund). Tiba saatnya ada keadaan mendadak, Kalian tak butuh meminjam sana-sini.
Anda memprioritaskan biaya sebesar Rp100.000 untuk membeli reksa dana, daripada membeli segelas kopi yg enak. Tiba saatnya uang Rp100.000 bisa bermanfaat untuk menyiapkan uang muka (down payment) rumah.
Dan lain sebagainya.

#2 Tidak Tahu Mana yg Benar serta Mana yg Salah
Tantangan kedua alias kasus kedua yg dihadapi setiap pasangan dalam mengurus keuangan rumah tangga merupakan tak tahu mana yg benar serta mana yg salah. Contoh:

Kalimat menyisihkan uang untuk ditabung serta diinvestasikan. Apa yg salah dengan kalimat tersebut? Dalam bahasa Inggris dikenal istilah pay yourself first (bayar diri Kalian terlebih dahulu). Banyak orang-orang yg mengalami kesulitan untuk menyisihkan. Sekarang coba mulai memprioritaskan penghasilan Kalian untuk diinvestasikan serta ditabung. Memprioritaskan artinya Kalian mendahulukan pengeluaran untuk investasi sebelum pengeluaran lainnya.
Apakah Kalian diajarkan oleh orangtua Anda: “Jangan Berutang”? Jika ya, jadi Kalian wajib tahu tak sedikit pengusaha serta orang-orang yg menjadi kaya sebab utang. Utang yg dimaksud merupakan utang produktif, bukan utang konsumtif.
Dan lain sebagainya.

Keamanan keuangan (financial security): anggaran, catatan keuangan, cash flow, dana darurat serta asuransi.
Kenyamanan keuangan serta perencanaan keuangan.
Ada tiga sumber pemasukan serta masing-masing perpajakannya berbeda.
Dahulu: Pemasukan wajib lebih besar daripada pengeluaran. Sekarang: Habiskan saja gajimu.
Menabung saja tak cukup, Kalian wajib berinvestasi.
Kenali perbedaan aset (asset) serta utang (kewajiban alias liabilities).


Apa yg bisa saya sarankan terhadap Anda?

Agar Kalian bisa mengenal mana yg benar serta mana yg salah dalam faktor tutorial mengatur keuangan rumah tangga jadi Kalian wajib menambah literasi keuangan (financial literacy).

Anda bisa belajar keuangan melewati postingan website, seminar, pelatihan serta tergolong permainan. Kami di Finansialku.com mempunyai suatu komunitas untuk Kalian para pasangan yg ingin menambah literasi keuangan. Berikut ini salah satu kegiatan kami dalam komunitas, yaitu bermain.
Advertisement

Klik Untuk Komentar