√ Ho Ching, Ceo Temasek Yang Sempat Dikira Pelayan Shangri-La Dan Pemain Barongsai

sumber fotodari Alchetron
Ho Ching merupakan CEO dari Singapura milik Pemerintah Temasek Holdings (Pte) Ltd serta istri Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Dia yakni anak tertua dari empat bersaudara pengusaha Hoe Eung Hongand Chan Chiew Ping. Namun, Ho cenderung menghindari media serta jarang berkata tak sedikit di depan media dalam pertemuan-pertemuan besar. Begitu tak sedikit belakang layar yg ada pada dirinya, bahkan usianya pun dirahasiakan. Namun, faktor ini juga terkadang mengangkat kesialan bagi Ho. Pasalnya, tak sedikit warga yg tak mengenali Ho.

Dia sempat diperintahkan oleh Kepala Pelayan Shangri-La untuk menyeka anggur yg tumpah, sebab dianggap sebagai salah satu pelayan hotel. Bahkan, kepala pelayan tersebut mengajarkan tutorial membersihkan cairan menggunakan seperempat bab serbet terhadap Ho. Meskipun Ho hanya tersenyum, beliau jelas menciptakan administrasi Shangri-La kalang kabut. Selain itu, beliau juga sempat dikira sebagai pemain barongsai dikala parade Chingay untuk perayaan Tahun Baru China. Hal tersebut, terbukti tak terlepas dari penampilannya yg feminim, tak ibarat politikus perempuan kebanyakan.

Dia lulus dari National University of Singapore jurusan Teknik serta menuntaskan gelar master di bidang Teknik Elektro dari Universitas Stanford di Amerika Serikat. Ho mengawali karirnya di Departemen Pertahanan di Singapura sebagai Engineer pada1976. Dia lalu diangkat menjadi Wakil Direktur dari Defense Material serta menjadi Wakil Direktur Defense Science. Pada 1985 beliau berjumpa dengan suaminya, Lee Hsien Loong, putra sulung mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew. apLee pun mengambil banyak sekali posisi di kabinet, sementara Ho pindah ke BUMN Singapore Technologies pada 1987, BUMN yg menjalankan urusan ekonomi pertahanan, teknologi, properti serta broker saham.

Selain Singapore Technologies, ia sudah bertugas di Chartered Semiconductor Manufacturing Ltd sebagai Dewan Direktur sejak 1987 serta menjabat sebagai Ketua Dewan untuk perusahaan sejak tahun 1995. Di Singapore Technologies, beliau menjabat sebagai Director of Engineering, suatu posisi yg yang bertugas mengamankan kontrak yg dimiliki oleh Temasek. Pada 2001, beliau pensiun sebagai Presiden serta Chief Executive Officer Singapore Technologies serta menjadi Wakil Ketua alasannya memegang saham serta mengendalikan perusahaan.

Di bawah kepemimpinannya, Temasek Holdings, tumbuh dari kustodian pasif menjadi investor aktif serta menarik dengan kekuatan finansial besar yg berani mengambil risiko. Temasek Holdings juga sudah memperluas investasi mereka ke seluruh Asia-Pasifik tergolong Korea, India, Indonesia, Malaysia serta Pakistan. Temasek Holdings menembus setiap bab dari perekonomian Singapura serta sudah menjadi salah satu investor yg paling kuat serta paling garang di India serta China. Temasek membeli saham di China construction Bank Corp. serta Bank of China. Perusahaan investasi ini juga memegang kurang lebih 189 juta saham di Bank of America sehabis mengonversi saham Merrill Lynch-nya. Sejak 2002, saat Ho menjabat sebagai CEO, beliau sudah membentuk perusahaan dengan ajaran kinerja yg lebih baik guna menambah transparansi serta akuntabilitas.

Hasilnya, ekuitas para pemegang saham pun naik dua kali lipat menjadi 90 miliar saham dari periode 2002 hingga 2007. Pada 2009, beliau mengundurkan diri sebagai CEO sehabis hampir tujuh tahun di Temasek serta kapitalisasi pasar mencapai USD130 miliar perusahaan investasi milik negara Singapura. Posisinya pun digantikan oleh mantan CEO BHP Billiton Ltd. Charles W Goodyear, orang-orang ajaib pertama yg menjalankan BUMN Singapura. Namun, empat bulan transisi kepemimpinan, Dewan Direksi Temasek serta Goodyear berselisih. Dengan argumen ada perbedaan tentang isu-isu strategis tertentu yg tak bisa diselesaikan kedua pihak tetapkan untuk mengakhiri proses transisi kepemimpinan. Di tahun yg sama pula, Charles hasilnya mengundurkan diri dari Temasek, serta meninggalkan Ho Ching yg kembali naik menjadi CEO hingga dikala ini.

0 Response to "√ Ho Ching, Ceo Temasek Yang Sempat Dikira Pelayan Shangri-La Dan Pemain Barongsai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel